Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)

Sejarah gmni

Setelah membahas organisi PMII kemarin kali ini mimin akan menjelaskan organisi yang identik dengan merah putih ini.

Latar Belakang Berdirinya GMNI

Hampir disetiap masalah yang ada di dalam negeri ini baik permasalahan ekonomi, sosial, atau politik selalu berkaitan dengan presoalan global.  Imperialisme dan kolonialisme yang pernah terjadi di negeri kita sejak awal abad ke-19 adalah dampak daripada Revolusi Industri di Inggris yang melahirkan peradaban baru dalam sistem perekonomian dunia. Sebuah sistem perekonomian yang mengharuskan negara-negara maju berlomba lomba untuk mengeksploitasi sumber daya alam maupun sumber daya manusia sebanyak-banyaknya dari berbagai belahan dunia untuk dijadikan sebagai bahan baku industri sekaligus mencari pasar baru.

Maka mulailah sistem penjajahan model baru dari penjajahan konvensional ala militer menjadi model penjajahan modern ala ekonomi yang disebut neo-kolonialism. Strategi yang diterapkan oleh negara-negara kapitalis adalah dengan menerapkan ideologi developmentalisme (yang bertujuan untuk memakmurkan ekonomi sendiri). Sistem penjahan baru ini yang membuat Indonesia terpuruk secara terus menerus.

Dari latar belakang tersebut maka lahirlah wadah bagi mahasiswa dari rahim ibu pertiwi yaitu Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Dengan berdasarkan marhaenisme ajaran Bung Karno GMNI siap menumpas pengaruh kapitalisme di Indonesia.

Pengertian Dasar GMNI

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia lahir dengan identitasnya yang hakiki sebagai Organisasi yang bertujuan untuk mendidik kader bangsa dalam mewujudkan Sosialisme Indonesia berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 dan UUD 1945 dengan berlandaskan pada marhaenisme ajaran Bung Karno sebagai azas perjuangan.

GMNI termasuk organisasi eksternal yang tidak mempunyai keterkaitan dengan organisasi interal kampus seperti BEM, SEMA, atau UKM. Kata "Nasional" yang terdapat pada nama GMNI menandakan bahwa organisasi ini bukan termasuk organisasi golongan artinya organisasi ini bersifat universal tanpa memandang latar belakang seperti ras, suku, atau agama inilah yang menjadi nilai plus bagi GMNI ketimbang organisasi lain seperti PMII, HMI, PMKRI, dan lain sebagainya yang mengatasnamakan aliran atau golongan tertentu.

Kader GMNI adalah warga negara indonesia yang menerima dan menyetujui azas, tujuan, sifat, motto dan usaha organisasi serta memenuhi dan menerima syarat-syarat yang telah termaktub dalam AD/ART Pasal 6 ayat 1. Pengertian dasar ini adalah deskripsi singkat dari AD/ART GMNI.

Sejarah Berdirinya GMNI

Lahirnya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia sebuah hasil proses panjang penyatuan tiga organisasi tingkat mahasiswa yang mempunyai keyakinan yang sama yakni Marhaenisme ajaran Bung Karno. Ketiga organisasi tersebut adalah :
  1. Gerakan Mahasiswa Marhaenis yang berpusat di Jogjakarta
  2. Gerakan Mahasiswa Merdeka yang berpusat di Surabaya
  3. Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (GMDI) Jakarta
Setelah melalui beberapa pertemuan dari ketiga organisasi maka pada rapat bersama antar ketiga Pimpinan Organisasi Mahasiswa tadi, yang diselenggarakan di rumah dinas Walikota Jakarta Raya (Soediro), akhirnya mencapai beberapa kesepakatan antara lain: 
  1. Ketiga organisasi setuju untuk melakukan fusi
  2. Wadah bersama hasil penyatuan tiga organisasi ini diberi nama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesa (GMNI)
  3. Menyepakati Marhaenisme ajaran Bung Karno adalah azaz dari organisasi tersebut 
  4. Sepakat untuk mengadakan Kongres pertama GMNI di Surabaya

Pimpinan dari ketiga organisasi yang hadir dalam Kongres pertama GMNI di Surabaya antara lain :

1. Gerakan Mahasiswa Merdeka

  1. Slamet Djajawidjaja
  2. Slamet Rahardjo
  3. Heruman

2. Gerakan Mahasiswa Marhaenis

  1. Wahyu Widodo
  2. Subagio Masrukin
  3. Sri Sumantri Marto Suwignyo

3. Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia 

  1. S.M. Hadiprabowo
  2. Djawadi Hadipradoko
  3. Sulomo
Setelah rapat bersama selesai sehingga mencapai beberapa kesepakatan tersebut dengan mendapatkan dukungan langsung dari Bung Karno pada tanggal 23 Maret 1954 dilangsungkan Kongres GMNI ke-I yang dilaksanakan di Surabaya. Dan momentum ini juga ditetapkan sebagai hari lahir GMNI.

Sekian penjelasan sekilas tentang sejarah GMNI akhir kata buat kita

"Sekali Merdeka Tetap Merdeka
Merdeka, Merdeka, Merdeka" 

(ha/ib)

Posting Komentar untuk "Sejarah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)"