Selasa, 14 Maret 2017

Merasa Bosan Kuliah? Lakukan Cara Ini.

Dalam dunia mahasiswa, rasa bosan bukanlah hal yang asing. Rasa bosan terkadang menjadi mimpi buruk yang kerap datang tiba-tiba. Tidak adanya semangat dan gairah untuk menempuh kegiatan di kampus. Malasnya menghadapi setiap mata kuliah, dan hilangnya konsentrasi untuk mencerna materi-materi kuliah merupakan ciri-ciri utama di saat kebosanan mulai melanda. Rasa bosan dalam masa kuliah, sebenarnya adalah hal yang wajar. Hampir semua mahasiswa pasti pernah mengalaminya. Tidak terkecuali mahasiswa yang rajin tau tidak. Tahun kedua atau masa-masa perkuliahan baik akademi atau strata adalah masa yang paling rawan.
Ada beberapa alasan mengapa rasa bosan terkadang datang, diantarnya adalah tugas yang terlalu menumpuk, dosen yang membosankan, materi kuliah yang berat atau tidak menarik dan alasan-alasan pribadi seperti percintaan atau persahabatan yang rumit ternyata juga dapat mempengaruhi hal ini. Bila hal tersebut dibiarkan maka mahasiswa akan mendapatkan kerugian yang lebih besar. Misalnya bisa saja anda akan mulai malas berangkat kuliah dan masa kuliah akan berlangsung lebih lama dan tertunda. Selain itu, yang lebih berbahaya adalah ketika mahasiswa kehilangan keinginan untuk belajar. Maka anda tidak akan mendapatkan ilmu apapun dari masa perkuliahan.

Ternyata rasa bosan sangat berpengaruh besar. Untuk mengatasi berbagai rasa bosan dan jenuh saat kuliah berikut tips yang dapat anda lakukan :

1.   Mengubah Pola Pikir

Keadaan psikologis mahasiswa termasuk dalam inti dari rasa nyaman atau bosan. Ketika mahasiswa merasa bosan, tidak ada yang dapat meningkatkan semangat mahasiswa selain mahasiswa itu sendiri. Tugas yang terlalu menumpuk menjadi salah satu penyebaba mahasiswa merasa bosan.
Maka tips yang pertama ini perlu diterapkan yaitu dengan mengubah pola pikir. Bahwa mahasiswa memiliki tugas yang menumpuk, yang tidak sebanding dengan masa sekolah dahulu. Saat ini mahasiswa dapat menggunakan cara belajar mereka sendiri. Mahasiswa bebeas mencari tahu dan meningkatkan ilmu melalui beragam cara tanpa harus mengikuti pola yang telah ada.

Lalu bagaimana dengan dosen atau pengajar yang membosankan, menjengkelkan, galak, atau sepertinya kurang memiliki kualitas atau kompeten dalam pekerjaannya? Bukankah mereka juga membuat mahasiswa menjadi malas dan tidak bersemangat ketika berada di dalam kelas. Nah, inilah alasan mengapa mahasiswa harus berani mengubah pola pikir.
Pada dasarnya setiap dosen memiliki kemampuan yang baik. Memang beberapa ada yang lebih baik, lebih menguasai materi dan lebih kompeten, namun begitu sisanya hanya terletak pada pembawaan atau sifat dosen itu sendiri. Rata-rata mahasiswa menyukai dosen yang menyenangkan, santai, ramah, lucu dan pintar. Ini membuat mahasiswa bersemangat untuk mengikuti kelas dari dosen-dosen tersebut Namun, jangan biarkan ini menipu. Dosen yang menyenangkan tidak selalu mampu mengatur kelas dan menyampaikan materi dengan baik. Dosen yang serius tidak jarang memberikan materi yang padat dan ‘bergizi’. Jangan terjebak dengan perasaan, karena sedikit bosan dengan banyak ilmu mungkin kadang lebih penting.

Selain itu, harus disadari bahwa kebosanan ibarat mendung pada masa perkuliahan. Mendung akan berakhir selama kita mampu bertahan dan berlindung darinya. Jadi sebosan apapun, jangan khawatir, karena semua orang mengalaminya. Tidak hanya mahasiswa, namun juga pegawai dalam pekerjaannya, dan manusia dalam hidupnya.


2. Berpikir dengan hukum ekonomi. Keuntungan!

Ingat saja saat kuliah, cukup banyak dana yang harus di keluarkan untuk membayar keperluan kuliah. Jangan sampai biaya yang dihabiskan terbuang sia-sia. Bila Kebosanan Melanda di karenakan mahasiswa tidak cocok dengan beberapa karakter dosen, atau karena materi yang diajarkan tidak satupun dapat dikuasai, jangan mau rugi dengan hanya menerima keadaan. Hilangkan rasa bosan dengan meningkatkan semangat melalui materi kuliah itu sendiri. Misalnya mata kuliah Sosialogi tidak menyenangkan karena dosen kaku, sebagai akibatnya mahasiswa malas dan bosan setiap masuk ke kelas Sosiologi, materi pun akhirnya tidak dikuasai. Jangan mau rugi. Tanyakan materi tersebut pada dosen-dosen yang dianggap mampu dan murah ilmu. Atau tanyakan pada dosen-dosen yang serius namun dapat menjawab pertanyaan dengan ringkas namun pasti. Atau jangan ragu untuk menanyakan dosen yang bersangkutan setelah mata kuliah berakhir karena barangkali ada atmosphere yang berbeda pada dosen tersebut ketika di dalam kelas dan setelah kelas berakhir.

Hukum ekonomi juga masih berlanjut untuk menghadapi kebosanan. Coba pergi ke perpustakaan, atau gunakan laboraturium bahasa, atau gunakan fasilitas-fasilitas lainnya, seperti internet atau ruang komputer, kantin dan sebagainya. Logikanya, walau bosan, jangan sampai mahasiswa tidak mendapatkan sesuatu apapun dari kampus, baik ilmu, pengetahuan, atau pengalaman. Semuanya sangat berharga. Apalagi jangan sampai menyesal ketika masa kebosanan telah terlewati, kita baru sadar bahwa kita telah melewati banyak hal.

3.  Love is to win

Tips yang terakhir untuk anda dapat mempertimbangkan adalah love the campus, subject and materials. Tidak ada gunanya semua tips bila mahasiswa sendiri sebenarnya tidak memiliki hati dengan perkuliahanya. Sebagai contoh, seorang mahasiswa bahasa Inggris kehilangan rasa tertarik pada beragam mata kuliah dikarenakan kemampuaannya seakan tidak bertambah dalam bahasa Inggris. Dosen dan materi tidak menarik sehingga kecintaannya terhadap bahasa Inggris pada waktu awal kuliah menjadi menghilang, ada baiknya mahasiswa itu sendiri kembali mengingat memori awal kuliah. Ia harus kembali mengingat jika bahasa Inggris itu menyenangkan, keren, serta bahasa yang cerdas dan scientific. Mahasiswa dapat mencari novel, teks, artikel, lirik lagu, atau dialog sebuah film, kemudian bila ada bagian-bagian yang tidak dapat dipahami, silahkan bahas dengan teman sekelas, atau tanyakan dan bahas dengan dosen-dosen yang menurut anda dapat diajak bekerja sama. Dengan begini, kebosanan dapat diminimalisir.





0 komentar:

Posting Komentar