Jumat, 17 Februari 2017

5 Strategi Mengelola Keuangan untuk Mahasiswa




Mahasiswa tentunya mempunyai banyak pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kuliah, organisasi, dan lain sebagainya. Sehingga kamu, sebagai mahasiswa harus pintar-pintar mengelola keuangan dari uang saku yang didapat secara berkala dari orang tua, baik mingguan atau bulanan. Tidak jarang jika tanpa pengelolaan keuangan, kamu terpaksa mengalami kehabisan uang di akhir bulan. Dan tentu saja itu akan berdampak pada setiap kegiatan di kos, kampus, dan organisasi kamu. Sehingga kamu mungkin dengan terpaksa menghubungi orang tua untuk mendapatkan uang saku tambahan. Meskipun orang tua tidak keberatan memberikanmu uang tambahan tetapi tentu saja mungkin ini sangat membuat kamu merasa tidak enak karena harus meminta lagi.

Jadi, bagiamana mengelola keuangan yang baik agar tidak merepotkan orang tua? Sederhana saja, kamu harus mengatur anggaran untuk pengeluaran. Tetapi tentu saja tidak hanya itu, ada strategi lain yang dapat kamu lakukan untuk mengelola keuangan kamu. Dan strategi tersebut adalah:

  1. Ubah Mindset
Biasanya orang tua akan memberikan kamu uang dengan perhitungan bahwa uang saku tersebut akan dapat memenuhi kebutuhan kamu selama seminggu atau sebulan. Sementara bagi kamu sendiri, menganggap bahwa uang tersebut adalah untuk kebutuhan sebatas makan dan minum serta kebutuhan sehari-hari. Padahal, sebenarnya masih ada kebutuhan-kebutuhan lain seperti tugas kuliah dan iuran organisasi yang seharusnya termasuk ke dalam pertimbanganmu. Ditambah lagi jika ada pengeluaran mendadak seperti rusaknya laptop, kendaraan, dan lain sebagainya.

Tentu saja itu adalah pandangan yang salah. Kamu perlu mengira-ngira jenis pengeluaran apa saja yang memungkinkan selama sebulan dan membuat perhitungan jika ada sisa uang saku yang dapat ditabung.

  1. Membuat kelompok kebutuhan
Kamu pasti sudah mengetahui bahwa kebutuhan terbagi menjadi tiga jenis, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang wajib kamu penuhi, seperti uang bulanan kos, uang makan, bensin untuk kendaraan, dan lain sebagainya. Sementara kebutuhan sekunder adalah jenis kebutuhan yang level kewajibannya lebih rendah daripada kebutuhan primer. Kebutuhan sekunder biasanya bersifat masih penting tetapi belum begitu mendesak, misalnya membeli alat tulis, pakaian, dan lain-lain. Dengan kata lain, kebutuhan sekunder adalah daftar keinginan kamu. Sedangkan kebutuhan tersier adalah kebutuhan-kebutuhan yang tidak terlalu penting, seperti misalnya membeli handphone baru.

Jika kamu sudah membuat daftar kebutuhan berdasarkan ketiga jenis tersebut. Maka kamu akan dapat melihat pengeluaran apa saja yang perlu diprioritaskan dan jumlah uang yang perlu disisihkan.

  1. Mulai berhemat
Pada langkah ini kamu harus dapat melatih diri agar tidak mudah tergiur ketika melihat sesuatu atau ada ajakan hangout dari teman. Biasakan diri kamu untuk membeli segala sesuatu sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Utamakan pengeluaran rutin, karena jumlahnya cenderung selalu tetap setiap bulannya. Sedangkan kamu harus membatasi diri untuk pengeluaran yang tidak rutin. Jangan sampai kamu terpaksa berhutang hanya untuk memenuhi keinginan.

Bukan berarti kamu pelit dengan diri sendiri. Kamu juga dapat memberlakukan reward untuk diri sendiri. Yang pasti, kamu harus dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan penting untuk kegiatan kamu sebagai mahasiswa.

  1. Menabung
Dengan menabung, kamu tidak akan pernah merasa “kekurangan”. Jika kamu memiliki uang saku yang berlebih, sebaiknya uang tersebut ditabung. Tidak perlu menunggu ada uang sisa, karena biasanya orang yang menunggu uang sisa cenderung akan menghabiskan berapapun jumlah uang yang ada di rekeningnya. Jadi, apa yang sebaiknya kamu lakukan adalah sebaliknya, dengan menyisihkan di depan, bukan menunggu sisa.

Cara yang dapat kamu lakukan untuk “menyisihkan” atau menabung adalah dengan membuka satu rekening khusus tanpa ATM atau menggunakan program tabungan berencana di bank dimana uangnya tidak dapat kamu ambil kecuali menunggu jatuh tempo tertentu. Atur tanggal autodebet-nya setelah kamu mendapatkan transfer uang saku dari orang tua.

  1. Berbisnis
Siapapun bisa menjadi seorang pengusaha, termasuk kalangan mahasiswa yang memiliki modal yang terbatas. Terlebih lagi mahasiswa memiliki kreativitas yang tidak terbatas dan ilmu pengetahuan yang didapat dari bangku perkuliahan. Setiap dari kamu, anak muda pasti memiliki keinginan untuk terjun ke dunia bisnis. Meskipun kamu terbatas waktu dan modal untuk menekuni bisnis sampingan, tetapi jika ada semangat jiwa entrepreneur tertanam dalam diri kamu, hal tersebut hanyalah alasan untuk menghalangimu melangkah maju. Tetapi bagi kamu yang ingin berbisnis tetapi bingung dengan produk atau jasa yang ingin kamu tawarkan, kamu dapat membaca artikel mengenai Ide Bisnis untukMahasiswa dan Jenis Hobi yang Dapat Menghasilkan Uang

0 komentar:

Posting Komentar