Jumat, 16 September 2016

Mengapa Banyak Sarjana yang Menganggur?

Benar nyatanya jika saat ini banyak sarjana yang mengaggur. Menurut data, lebih dari 400 ribu sarjana mengaggur. Setiap hari mengirimkan lamaran pekerjaan, berdesak-desakan di setiap job fair hanya untuk mengambil formulir pendaftaran. Jujur, memang tidak ada yang lebih pedih ketimbang jadi sarjana yang menganggur. Apalagi jika seorang pengangguran yang terdidik, terasa seperti kuliah 4 sampai 5 tahun sia-sia. Membuang waktu dan membuang biaya orang tua yang hilang ditelan kata nganggur. Apalagi jika lebaran telah tiba, banyak sekali pertanyaan yang susah sekali dijawab. 
Lalu pertanyaannya adalah , mengapa lulusan sarjana yang begitu banyaknya jadi pengangguran?
Ada banyak sekali alasan mengapa hal itu bisa terjadi kepada para sarjana. Kali ini kami akan membahas beberapa alasan yang menyebabkan banyak pengangguran yang muncul di Indonesia.

Faktor pertama, pertumbuhan ekonomi yang rendah
Mau tidak mau, hal ini salah satu faktor yang menentukan angka pengangguran di negeri kita tercinta. Angka pengangguran di Indonesia sekitar 5,5%. Idealnya angka pengangguran itu berkisar pada 3%. Jika lebih rendah lagi malah berbahaya, industri akan kesuliatan mencari tenaga kerja. 
Untuk mencapai angka pengangguran yang idela, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Data terakir pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya kisaran 4,7%. 
Pertumbuhan ekonomi yang kurang akan membuat perusahaan dan indusri malas memperluas dan mengembangkan bisnisnya. Dan akibatnya banyak S1 yang jadi pengangguran.

Faktor kedua, overqualified skills
Menurus presentase penelitian, lulusan S1 yang menjadi penganggurn lebih tinggi jika dibanding dengan lulusan SMK/SMA atau bahkan SMP. Nah, kenapa seperti itu, karena mayoritas industri di Indonesia yang dibutuhkan masih sebatas lulusan SMA/SMK. Sehingga banya lulusan SMA/SMK yang diserap lapangan kerja.

Faktor ke tiga, stupid graduates
Selain kedua faktor diatas, mungkin banyaknya pengangguran di Indonesia karena faktor dari dirinya sendiri alias sarjananya sendiri yang ilmunya kurang dan kapasitas intelektualnya hanya pas-pasan. Usahan untuk jadi sarjana yang wow, tentunya penguasaan teori ya juga harus wow juga. 
Nah, masalahnya banyak lulusan S1 yang penguasaan teorinya masih sangat kurang, wajar saja jika menjadi seorang pengangguran. Maka dari itu sebelum kalian lulus kuliah, belajarlah lebih giat dan kuasai teorinya juga.

Faktor ke empat, tidak mempunyai faktor wow
Faktor selanjutnya adalah karena mahasiswa itu sendiri tidak mempunyai sesuatu yang wow, tidak memiliki sesuatu yang memikat dan dilirik perusahaan. Tanpa adanya faktor wow, lulusan S1 akan sulit keluar dari zona nganggurnya.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan banyak lulusan S1 yang menganggur. Semoga kalian tidak memiliki salah satu faktor diatas ya.

0 komentar:

Posting Komentar