Kamis, 14 Juli 2016

Manajemen Waktu Terbaik bagi Mahasiswa


Satu-satunya hal yang menjadi milik kita sepenuhnya adalah waktu; bahkan seseorang yang tidak memiliki apapun pasti memiliki waktu.
-Baltasar Gracian-

Detik bergulir menjadi menit.. menit bergulir menjadi jam.. jam bergulir menjadi hari.. dan akan mengalir seterusnya. Waktu akan berjalan maju tanpa berbalik dan melangkah mundur. Waktu akan terbuang sia-sia jika kita melewatkan setiap kesempatan begitu saja. Apalagi bagi para mahasiswa, dalam masa emasnya sebagai generasi muda tentu waktu adalah segalanya. Akan sangat merugi bila kamu masuk dalam 3 kelompok mahasiswa yang mengemuka saat ini. Apa sajakah itu?

Yang pertama adalah kelompok mahasiswa “kupu-kupu,  mahasiswa ini memiliki rutinitas kuliah yang sama setiap harinya “pergi-pulang-pergi-pulang-pergi-pulang” dan begitu seterusnya. Lain lagi dengan mahasiswa “kunang-kunang”, kelompok ini merupakan mahasiswa yang menghabiskan waktunya untuk pergi kuliah lalu pergi bersenang senang. Dan kelompok yang terakhir adalah mahasiswa “kura-kura”, yaitu mereka yang menggunakan waktu untuk pergi kuliah lalu mengikuti rapat organisasi. Seharusnya mahasiswa yang baik adalah mereka yang mampu menyeimbangkan waktunya untuk tetap berprestasi di kuliah, aktif berorganisasi dan suka bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Untuk menjadi mahasiswa yang baik tersebut ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menyeimbangkan waktu kamu, berikut ini kami bagikan beberapa tips dalam manajemen waktu :

1.       Buat jadwal harian dengan waktu yang realistis
Hari dimulai sejak kita membuka mata di pagi hari dan berakhir saat kita terlelap di malam hari. Semua akan mengalir begitu saja tanpa bisa dihentikan sesuka hati. Untuk itu, jangan biarkan waktu berlalu sia-sia tanpa guna, mulailah harimu dengan membuat perencanaan kegiatan. Untuk melakukan hal itu, kamu dapat menuliskan jadwal harian pada sebuah buku khusus atau dengan menggunakan gadget.  Pastikan bahwa alokasi waktu yang kamu jadwalkan tersebut realistis. Misalnya, jangan menuliskan waktu belajar selama 15 menit karena hal itu tidak mungkin dilakukan. Alangkah lebih baik jika kita menuliskan waktu belajar selama 30-60 menit. Menyusun waktu yang tidak realistis akan membuat jadwal harian kita menjadi kacau.

Perubahan yang nyata adalah perubahan yang dilakukan bukan yang dipikirkan. Perencanaan yang baik tidak akan berjalan efektif bila tidak dijalankan sesuai jadwal yang telah kita susun. Fokus dan konsisten sangat diperlukan untuk menunjang terwujudnya alokasi waktu yang baik.

2.       Buatlah skala prioritas
Jadwal udah tersusun, tapi masih bingung harus mulai yang mana dulu?
Eitss.. kalau kamu menemui masalah ini maka solusinya cukup mudah. Buatlah skala prioritas kegiatan apa yang seharusnya diselesaikan lebih dahulu dan kegiatan apa yang bisa ditunda pengerjaannya. Perhatikan juga tenggang waktu pengumpulan tugas kuliah dan tingkat kesulitan yang dimiliki oleh tugasmu. Skala prioritas ini sangat bermanfaat untuk menghindari penundaan penyelesaian tugas dan memilimalisir keterlambatan tugas.

3.       Minimalkan waktu kosong
Bebas.. bebas dapat dirasakan ketika waktumu mulai longgar tanpa tugas dan rutinitas padat yang melelahkan. Dikala ini pasti yang ada dipikiranmu hanya untuk bersantai dan pergi hangout bersama teman. Apakah penggunaan waktumu ini efektif? Coba cek kembali..
Memang tidak ada salahnya untuk bersantai dan pergi hangout bersama teman, namun ingatlah bahwa jangan terlalu lama terlarut dalam kebebasan.
Selain bersenang-senang, justru masih banyak hal bermanfaat yang bisa kamu lakukan. Misalkan saja dengan mempelajari materi-materi kuliah yang belum kamu pahami, sharing ilmu dalam kelompok belajar atau kelompok diskusi, dan lain sebagainya.

4.       Belajar dimulai dari subyek yang membosankan atau sulit terlebih dahulu.
Sebagian besar mahasiswa berfikiran bahwa “belajar itu dari yang mudah dulu.. biar cepet nyangkut diotak”. Nah.. apakah pemikiran itu benar adanya?
Marilah kita mengulik ke belakang, bagaimana hubungan antara kondisi otak dan kecepatan penyelesaian tugas. Kondisi otak yang segar akan berpengaruh baik terhadap kinerja otak itu sendiri. Informasi-informasi yang diperoleh akan cepat diproses sehingga kita bisa menghemat waktu dalam menyelesaikan tugas. Karena hal itulah, alangkah lebih baik jika kita mulai belajar dari subjek yang paling sulit terlebih dahulu. Karena pada dasarnya bahwa subyek yang paling sulit akan membutuhkan waktu penyelesaian yang lebih lama dibandingkan yang paling mudah, sehingga menjadikannya sebagai prioritas akan sangat efektif.   Namun jika materi membosankan, beralihlah pada materi yang lebih menyenangkan dan kamu sukai. Hal tersebut dapat efektif untuk meningkatkan mood belajar agar kembali “up”.

5.       Relaksasi dan Olahraga secara rutin
Agar badan kembali rileks dan fresh, tak ada salahnya untuk melakukan olahraga ringan secara rutin. Banyak olahraga yang tidak membutuhkan terlalu banyak waktu, misalnya saja jogging, bersepeda atau sebagainya. Olahraga ini bisa membantu kamu untuk tidur lebih nyenyak dan bangun dalam kondisi yang lebih segar di pagi harinya.  Dan akan lebih asyik lagi apabila anda melakukan aktivitas ini bersama teman-teman dekat anda.

Namun yang perlu diperhatikan adalah jangan melakukan olahraga secara berlebihan. Karena badan yang terlalu lelah berolahraga tidak mendatangkan efek positif dan justru dapat mengundang energi negatif yang bisa menjauhkanmu dari rasa damai, baik secara fisik maupun emosional.
Jadi, berolahragalah secukupnya, otot kendur badanpun makmur J

6.       Jangan lupa dan jangan tinggalkan rekreasi
Mahasiswa gak melulu harus pergi ngampus tanpa ada jeda waktu untuk istirahat kok. Kamu bisa menikmati liburan berekreasi dan menikmati indahnya alam Indonesia. Mulai dari muncak gunung, surfing, diving atau sekedar hangout bersama teman-teman sudah cukup untuk mengembalikan semangat belajarmu dan bisa membuat otakmu menjadi lebih segar. Gak percaya? Coba aja! J

7.       Tandai hal sudah kita lakukan
Jika diawal kamu sudah mencatat berbagai hal yang perlu kamu kerjakan dalam memanajemen waktu, kini saat kamu perlu menandai poin-poin yang sudah terselesaikan. Dengan begitu, kita dapat mengetahui apa saja yang telah selesai dan apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Menandai kegiatan dapat membantu kita dalam tahap evaluasi.

8.       Jangan lupa evaluasi semua kegiatan yang telah berlalu
Tahap terakhir adalah tahap penentu kesuksesanmu dalam memanajemen waktu. Caranya cukup mudah, kamu hanya perlu mengevaluasi hal apa saja yang telah kita lakukan dan apa saja yang tertunda. Dengan begitu maka efektifitas waktu dapat kita ketahui dengan mudah dan bermanfaat dalam perencanaan waktu kita selanjutnya. Pengevaluasian waktu ini dapat kamu lakukan di malam hari. Hal-hal yang dapat kita pertanyakan dalam mengevaluasi jadwal perencanaan kita yaitu, apakah semua poin yang kita tulis sudah kita lakukan? Jika tidak terlaksana, mengapa? Apa solusi untuk hal hal yang belum sempat terlaksana?
Jika kamu merasa jenuh dengan bagaimana kamu menghabiskan waktu, maka ubahlah kebiasaanmu. 

Garis pembatas antara kesuksesan dengan kegagalan dapat diungkapkan melalui 4 kata: “Saya tidak memiliki waktu.”
-Franklin Field-


Jadi, mulailah mengatur waktumu dan bersiaplah untuk temukan suksesmu J SEMANGAT!!!! J

0 komentar:

Posting Komentar