Selasa, 11 Agustus 2015

Peran dan Manfaat Organisasi Bagi Mahasiswa

Dalam suatu perkumpulan atau lembaga diperlukan suatu wadah atau tempat untuk dapat menampung segala aspirasi dengan tujuan untuk mencapai tujuan bersama. Di tempat tersebut orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terkendali, dengan memanfaatkan sumber daya (dana, material, lingkungan, metode, sarana, prasarana, data) dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif. Itulah yang dinamakan organisasi.


Terdapat beberapa manfaat yang bisa diperoleh dalam sebuah organisasi antara lain :

1. Mengasah soft skill
Soft Skill adalah kemampuan manajemen diri maupun manajemen orang lain. Contohnya adalah bagaimana kamu bekerja dalam tim, bagaimana kamu mengatur bawahan, bekerja sama dengan rekan sepantaran, maupun menerima perintah dari atasan. Bagaimana kamu mengatur waktu, bagaimana kamu berdisiplin, bagaimana kamu mengatur target yang luar biasa tapi realistis. Kemampuan inilah yang kita perlukan dalam bekerja.

2. Memperluas jaringan
Pada sebuah organisasi kita akan menemui banyak orang. baik teman satu angkatan, kakak senior, mahasiswa urusan lain, dsb. mereka adalah faktor penting ketika kita mencari pekerjaan. Banyak informasi tak terduga dai teman-teman dalam organisasi tersebut. Mereka bisa memberikan referensi dimana kita akan melamar pekerjaan. Berdasarkan tradisi beberapa perusahaan, referensi dari pegawai yang sudah bekerja di perusahaan itu akan lebih  dipertimbangkan.

3. Mewadahi minat dan mempertajam bakat
Mereka yang masuk dalam suatu organisasi akan mengasah lagi kemampuan-kemampuan terpendam mereka. Yang awalnya hanya minat saja, kini berubah menjadi sesuatu hal yang penting yang dapat mengeksplor berbagai kemampuan diri.

4. Melatih memecahkan masalah
Masalah hadir tiada henti tiap harinya. Tak bisa dengan teori kuliah saja semua masalah akan teratasi dengan mudah.  Tapi teori juga diperlukan untuk mengatasi masalah. Kita tak perlu terus-terusan menghafal dan menghafal, diperlukan pemahaman teori dalam memecahkan masalah. Diperlukan implementasi yang baik dari setiap teori menjadi praktek nyata dalam pemecahan masalah. Kita harus cerdas, bagaimana berfikir dengan otak dan bertindak dengan akal. Begitu juga di dunia kera, ketika harus ada deadline yang harus diselesaikan, teman sekantor yang tak bersahabat ini berisiko memunculkan berbagai konflik. Apabila sudah terbiasa menyelesaikan problem dan konflik, maka kita tak tidak akan terkejut dan sembrono dalam mecahkan masalah di tempat kerja.

5. Belajar kepemimpinan
Dalam berorganisasi kita akan berinteraksi dengan banyak orang. Mereka yang aktif berorganisasi tidak akan malu atau pun takut dalam mengungkapkan semua argumen dalam diri mereka dan mengarahkan orang lain ketika menggelar suatu acara. Disitulah kemampuan leadership kita diuji. Bagaimana kita bisa berinteraksi dan memimpin orang lain yang bekerja sama dengan kita. 

6. Peduli lingkungan
Setiap hari mereka hanya berkutat pada tumpukan buku dan catatan pelajaran, dan jarang sekali tahu fenomena sosial apa yang terjadi di sekitar mereka. Kepedulian sosial bisa diawali dari kegiatan kecil dan bertahap. Ketika kamu gabung di organisasi kerohanian/keagamaan, akan sering sekali kamu akan mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos), dimana kamu bisa bagi-bagi nasi bungkus untuk pengemis di tengah jalan. Kamu juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Panti Asuhan dan mengajar anak-anak Yatim Piatu.

7. Menambah nilai CV mu
Sudah jadi rahasia umum juga bahwa mencantumkan pengalaman berorganisasi dalam CV akan menambah nilai jualmu di hadapan sang reviewer personalia. Dengan punya pengalaman berorganisasi, perusahaan yang merekrutmu pasti akan mempertimbangkanmu baik-baik, karena itu artinya kamu dianggap sudah punya pengalaman dalam bekerja dalam kelompok, alias punya softskill.

8. Belajar mengelola waktu
Apabila kita mengikuti organisasi, kita akan dihadapkan pada rutinitas yang padat, harus memilih antara rapat organisasi dan tugas kuliah, tapi itu bukan untuk dipilih, itu harus dikerjakan semua. Dan yang kita perlukan adalah skala prioritas dan bagaimana mengelola waktu. Karena organisasi dan kuliah itu adalah dua hal yang harus dikerjakan secara beriringan. Dengan hal itulah kita akan menjadi terbiasa dan seolah sudah menjadi pola hidup. Ini bermanfaat ketika bekerja nanti kita tidak akan merasa kaget dengan segala rutinitasnya.

Selain memiliki manfaat, organisasi mahasiswa juga memiliki peran penting bagi kampus. Apa sajakah itu? Simak uraian dibawah ini.

Organisasi mahasiswa memiliki banyak peranan penting di kampus. Organisasi merupakan sarana untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa pada petinggi-petinggi kampus seperti rektor, dekan, dosen dan sebagainya. Semua keputusan dapat dievaluasi oleh organisasi kemahasiswaan. Semua keputusan kampus akan dievaluasi oleh organisasi kemahasiswaan, sehingga organisasi kemahasiswaan kampus sangat penting sebagai fasilitator dan mediator antara mahasiswa dengan petinggi-petinggi kampus.

Organisasi kampus sangat berperan dalam pembekalan untuk melanjutkan study ke luar negeri. Karena salah satu syarat yang biasa diminta untuk mendapatkan beasiswa pendidikan keluar negeri adalah dari karya ilmiah dan penelitian yang pernah kita lakukan. Hal ini bisa kita asah dari berorganisasi. kita menjadi aktifis kampus jangan hanya berkutat pada rapat dan penyelenggaraan event saja jika ingin menjadi aktivis kampus yang komplit dan prestatif. Sertai juga dengan kegiatan-kegiatan kompetitif lainnya, seperti lomba menulis, debat, maupun aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya yang juga dipertimbangkan nantinya untuk pembekalan study ke luar negeri. 

Seorang aktivis kampus juga perlu rajin membaca, menulis, mengikuti perlombaan dan terjun di kegiatan sosial kemasyarakatan. Dalam hal ini untuk menumbuhkan budaya scientific dan prestatif dalam budaya organisasi kampus, dibutuhkan peran seorang senior atau pimpinan organisasi. Penumbuhan nilai, budaya, dan norma didalam internal organisasi sejatinya dipegang oleh para senior atau pimpinan organisasi. Oleh sebab itu seorang pemimpin dan senior dalam organisasi hendak lah memiliki bekal yang bisa di contoh oleh kader-kader dibawah kita.
Sudah siap berorganisasi?

0 komentar:

Posting Komentar